Mitsubishi Memperlihatkan Konsep e-Volution di Tokyo

sewa mobil di malang batu

Apakah anda masih Mitsubishi? Masih ingatkah anda pada pembalap anak Lancer Evo dari Gran Turismo dan Paul Walker naik 2 Fast 2 Furious?

Dengan sangat jarangnya melakukan peluncuran produk baru dan skandal data ekonomi terkait bahan bakar yang dipalsukan yang mengancam kelangsungan hidup dan masa depan dari perusahaan Jepang itu sendiri yang terlihat sulit, merek tersebut telah kehilangan radar dari banyak pelanggan.

Tapi di sini di Tokyo Motor Show 2017, Mitsubishi mengumumkan kepada dunia bahwa perusahaan itu, dengan dimmbuhi nama Evolution telah kembali, dan Evo sedang didesain ulang sesuai dengan strategi masa depan yang baru. Nah saat ini pembuat mobil tersebut adalah bagian dari Aliansi Nissan-Renault. Nissan menginvestasikan 2,3 miliar Dollar untuk saham pengendali sebanyak 34 persen di Mitsubishi pada bulan Oktober 2016, menyelamatkan pasangan yang membuat microcars untuk Nissan di Jepang.

Mitsubishi menggunakan pameran mobil di pasar dalam negeri untuk peluncuran konsep e-Evolution global, yang menempatkan nama Evo pada SUV berkinerja tinggi dan ber-listrik tinggi. Bila memang mobil ini jadi massal di produksi, tentu tidak akan menguntungkan bagi penyedia jasa sewa mobil di Malang Batu dimana penulis berada mengingat pengisian bahan bakar listrik belum optimal disini.

CEO Osamu Masuko dan timnya mengakui bahwa kata-kata EV dan SUV sebenarnya tidak termasuk dalam kalimat yang sama. SUV itu besar dan berat dan tidak memiliki aerodinamika yang umumnya dimiliki oleh mobil masa depan. Tapi Mitsubishi fokus pada nilai intinya, dan konsep Evo menarik mereka bersama-sama dengan cara yang menurut perusahaan bisa menjadi sihir jika mereka bisa melakukannya.

Nilai inti Mitsubishi termasuk SUV dan elektrifikasi. Pembuat mobil tersebut mengklaim Pajero pada tahun 1982 adalah SUV pertama, dan merek tersebut merasa memiliki sudut di pasar dengan sistem S-AWC (super all-wheel-control). Mobil listrik i-Miev keluar pada tahun 2009 dan klaim oleh Mitsubishi sebagai kendaraan listrik massal pertama, berlawanan dengan roadster Tesla, yang merupakan mobil listrik dengan volume rendah. The Outlander PHEV pada tahun 2012 mengantar ide SUV dengan tambahan hibrida.

Tsunehiro Kunimoto, wakil presiden perusahaan dan kepala desain global, memperingatkan bahwa e-Evolution adalah sebuah konsep, walaupun saat ini merupakan sebuah prototipe, pembelajaran teknis dapat dilalui dalam perjalanannya. Beberapa isyarat yang muncul di dalam pameran Tokyo ini seolah menyiratkan bila mereka akan membuatnya menjadi produksi massal. Signal-signal yang terlihat seperti memperlihatkan bila seperti inilah Mitsubishi di masa depan.

Tinggalkan Komentar