Mengungkap Kebenaran Deja-vu Dari Sisi Medis

Siapa yang belum pernah mengalami Deja-vu ? Tentunya sobat pembaca sudah pernah semua kan mengalami Deja-vu tanpa sengaja. Deja-vu adalah perasaan mengalami suatu hal yang sepertinya sudah pernah dialami sebelumnya, ternyata sudah banyak sekali yang mengalami persitiwa tersebut. Berdasarkan hasil riset dari Psychologu Todya, 60% smpai dengan 10% manusia di seluruh belahan bumi pernah mengalami Deja-vu. Lalu kenapa ya kita bisa mengalami hal tersebut ?

Deja-vu

Menurut hasil penelitian yang dilansir oleh Medical Dailly, peristiwa Deja-vu bukan disebabkan karena kita sudah pernah mengalami peristiwa tersebut, melainkan hanya tipuan yang dilakukan oleh otak kita. Maksudnya gimana ni ? Jadi begini, Deja-vu merupakan hasil sebuah pengecekan otak manusia pada memori kita guna memastikan memori kita yang berada di otak masih bekerja normal.

Akira O’Connor peneliti dari University of St Andrews menuturkan, bahwa Deja-vu adalah pikiran yang yang disebabkan oleh otak yang dengan sengaja membuat kesalahan pada memori kita. Hal tersebut dilakukan oleh salah satu bagian otang yang berguna untuk memeriksa kesehatan memori dengan cara suatu sinyal khusus yang akan ditanggapi oleh bagian lain pada otak. Sinyal yang dikirim adalah sinyal konflik anntara apa yang sudah kita alami dan peristiwa yang seolah-oalh sudah pernah terjadi.

Meskipun mayoritas orang sudah pernah mengalami peristiwa Deja-vu, namun masih ada beberapa orang yang sama sekali belum pernah merasakan Deja-vu sepanjang hidupnya. Orang-orang yang tidak pernah mengalami Deja-vu biasanya mereka sangat jarang menggunakan memori dalam kegiatan sehari-hari atau otaknya tidak menemukan sama sekali permasalahan pada bagian memori. Jika kondisi memori normal, lambat laun otak akan menghilangkan kebutuhan Deja-vu.

Tinggalkan Komentar